Para sahabat .. mungkin sering mengalami rasa kesal saat mengantri ternyata ada orang yang 'nyerobot' (mendahului-red) antrian....
Home / All posts
Rabu, 07 Januari 2015
Para sahabat .. mungkin sering mengalami rasa kesal saat mengantri ternyata ada orang yang 'nyerobot' (mendahului-red) antrian. Kejadian seperti ini merupakan suatu peristiwa yang biasa terjadi di negeri kita. Terutama pada fasilitas-fasilitas umum seperti toilet umum, ATM dan sebagainya.
Kejadian ini saya alami juga beberapa hari yang lalu ketika di ATM. Merasa yakin bahwa masyarakat kita yang sudah mulai terpelajar, tentunya paham dan sadar akan budaya antri, saya santai saja mengantri. Tetapi ternyata saya salah, beberapa orang yang baru datang, dengan seenaknya saja menyerobot mendahului antrian. Rasa kesal, gondok bercampur jadi satu.
Di beberapa lembaga resmi seperti bank, kasir swalayan, dokter dan sebagainya memang budaya antri sudah mulai teratur, bahkan sampai memakai nomor antrian. Tetapi utamanya di fasilitas-fasilitas umum yang tidak ada penjaganya, budaya antri ini hampir jarang ditemukan. Padahal budaya antri ini juga mencerminkan tingkat martabat suatu bangsa.
Berbeda dengan bangsa-bangsa besar lainnya di luar negeri yang sangat memperhatikan budaya antri ini. Misalnya pernah saya membaca sebuah artikel yang menceritakan bahwa seorang guru di Australia pernah berkata: “Kami tidak terlalu
khawatir jika anak-anak Sekolah Dasar kami tidak pandai Matematika” kami
jauh lebih khawatir jika mereka tidak pandai mengantri.”
Kenapa bisa demikian, karena kita hanya perlu melatih anak selama 3 bulan saja secara intensif untuk bisa Matematika, sementara kita perlu melatih anak hingga 12 Tahun atau lebih untuk bisa mengantri dan selalu ingat pelajaran berharga di balik proses mengantri.
Tidak semua anak
kelak akan berprofesi menggunakan ilmu matematika kecuali tambah, kali, kurang dan bagi. Sebagian mereka anak menjadi Penari, Atlet Olimpiade,
Penyanyi, Musisi, Pelukis dan sebagainya. Biasanya hanya sebagian
kecil saja dari murid-murid dalam satu kelas yang kelak akan memilih
profesi di bidang yang berhubungan dengan Matematika. Sementara semua murid dalam satu kelas ini pasti akan membutuhkan Etika Moral dan
Pelajaran Berharga dari mengantri di sepanjang hidup mereka kelak.
Lebih jauh dijelaskan juga bahwa banyak sekali pelajaran berharga dari budaya mengantri tersebut, misalnya :
- Anak belajar manajemen waktu jika ingin mengantri paling depan datang lebih awal dan persiapan lebih awal.
- Anak belajar bersabar menunggu gilirannya tiba terutama jika ia di antrian paling belakang.
- Anak belajar menghormati hak orang lain, yang datang lebih awal dapat giliran lebih awal dan tidak saling menyerobot merasa diri penting..
- Anak belajar berdisiplin dan tidak menyerobot hak orang lain.
- Anak belajar kreatif untuk memikirkan kegiatan apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebosanan saat mengantri. (di Jepang biasanya orang akan membaca buku saat mengantri)
- Anak bisa belajar bersosialisasi menyapa dan mengobrol dengan orang lain di antrian.
- Anak belajar tabah dan sabar menjalani proses dalam mencapai tujuannya.
- Anak belajar hukum sebab akibat, bahwa jika datang terlambat harus menerima konsekuensinya di antrian belakang.
- Anak belajar disiplin, teratur dan kerapihan.
- Anak belajar memiliki "Rasa Malu", jika ia menyerobot antrian dan hak orang lain.
- Anak belajar bekerjasama dengan orang-orang yang ada di dekatnya jika sementara mengantri ia harus keluar antrian sebentar untuk ke kamar kecil.
- Anak belajar jujur pada diri sendiri dan pada orang lain.
Pada artikel yang lain juga diceritakan bahwa di negara Jepang budaya antri sudah dididik dari sejak anak-anak di tingkat
pertama dia masuk dan bersosialisasi dengan orang lain. Biasanya ada daycare, anak sudah dibudayakan antri. sehingga apapun yang
dilakukan selalu melihat di depannya bahkan pada antrian yang mungkin lama
sampai bermeter-meter jauhnya. Tua-muda tak ada ampun.
Khusus untuk nenek yang sudah cukup berumur yang agak susah nahan pipis disediakan toilet khusus dissable aliaas area dengan gambar orang pakai
tongkat penyangga, ibu hamil, ataupun membawa anak-anak. Sehingga mereka
punya ruang khusus yang orang sehat tidak akan masuk pada toilet yang
ada gambar itu, dan ini tentu saja dipatuhi oleh penduduk Jepang.
Bagaimana dengan kita... ? sebagai bangsa yang besar dan beradab sudah seharusnya budaya antri kita tanamkan dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Atau orang lain akan menganggap kita sebagai bangsa yang tidak beradab dan bermartabat.
Terima kasih sudah membaca artikel tentang Antri dong... jangan suka nyerobot.. dari Dagang Serabi. Jangan lupa diberi komentar ya..
Terima kasih sudah membaca artikel tentang Antri dong... jangan suka nyerobot.. dari Dagang Serabi. Jangan lupa diberi komentar ya..
Minggu, 04 Januari 2015
Selamat pagi para sahabat dan pelanggan dagang serabi, bagaimana kabarnya.. ? Yuk sambil menunggu serabinya matang, kita simak kisah berikut. Siapa tahu bisa menjadi inspirasi buat kita untuk hidup lebih baik dan lebih indah.
Pernahkah anda mendengar orang bijak mengatakan bahwa "di dunia
ini tidak ada yang tetap, yang tetap hanyalah perubahan ?"
Ungkapan ini
menjelaskan kepada kita bahwa perubahanlah yang selalu terjadi di dunia
ini, jadi jangan pernah berharap sesuatu itu akan abadi.Perubahan
seakan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari sisi kehidupan kita.
Oleh karena itu kita harus mampu menyikapi perubahan itu dengan bijak, agar hidup kita bisa lebih baik dan indah.
Berkaitan dengan perubahan, suatu saat bosku mendapat informasi bahwa dia akan dipindahtugaskan ke tempat lain. Sebagai salah seorang yang sering membantu beliau dalam menangani berbagai pekerjaan kantor dia memanggil dan meminta saya untuk membantunya menyelesaiakan beberapa program kerja yang belum sempat terjamah.
Saya sempat heran juga sih, kenapa bos saya ini mau menyelesaikan penyusunan program kerja itu padahal sebentar lagi dia akan pindah. Kenapa mesti repot-repot menyelesaikannya, bukankah nantinya bisa diselesaiakan oleh bos yang baru ? Atau bahkan mungkin belum tentu bos baru memakai konsep-konsep program kerja yang sudah dibuat itu.
Seakan bisa membaca pikiran dan keheranan saya, si bos tiba-tiba berkata :
"Ada dua hal yang perlu diperhatikan apabila kita mengalami perubahan seperti ini. Pertama, berusahalah untuk tidak meninggalkan beban atau pekerjaan yang tertunda sebelum meninggalkan kantor lama, meskipun nantinya apa yang kamu lakukan itu belum tentu dipakai oleh penggantimu. Masing-masing orang mempunyai watak, pemikiran, visi dan misi yang tidak sama. Jangan pernah merasa sakit hati apabila nantinya apa yang pernah kamu rencanakan dan kerjakan tidak dilanjutkan bahkan dirombak total oleh penggantimu. Itu adalah haknya. Yang penting berusaha dan bekerjalah sebaik-baiknya. Kemudian yang kedua, jika kamu tiba di tempat yang baru dan menggantikan posisi orang sebelumnya maka jangan pernah sekali-kali mengeluarkan kata-kata bahwa pimpinan sebelumnya tidak pernah melakukan apa-apa. Meskipun ketika kamu datang, kamu menemukan di tempat tersebut banyak sekali hal-hal yang sepertinya belum dikerjakan. Lebih baik diam apabila menemukan banyak hal yang harus dibenahi, sebab mungkin saja dia (bos lama-red) sudah setengah mati berusaha berbuat dan bekerja. Adapun jika hasilnya belum maksimal, mungkin kemampuannya terbatas sampai di sana. Lebih bijak jika melakukan langkah-langkah nyata untuk membenahi kekurangan-kekurangan tersebut."
Bagaimana dengan anda ? apakah anda termasuk orang yang selalu memberikan kritikan pedas terhadap orang atau rezim sebelumnya yang anda gantikan posisinya ? bahwa mereka tidak becus bekerja sehingga hanya meninggalkan beban dan PR buat anda ?
Karena serabinya sudah matang, yuk... silahkan dinikmati.
Jangan Pernah Mengatakan Bos Sebelumnya Tidak Becus Bekerja....
Selamat pagi para sahabat dan pelanggan dagang serabi, bagaimana kabarnya.. ? Yuk sambil menunggu serabinya matang, kita simak kisah berik...
Jumat, 02 Januari 2015
Selamat pagi para pengunjung, semoga pagi anda di tahun baru ini menjadi langkah awal yang lebih baik untuk menapaki hari-hari berikutnya.
Sambil dagang serabi kami mencoba mengajak kita semua untuk berbicara, berdiskusi, bercerita dan merenung banyak hal yang sering kita temukan sehari-hari. Mungkin saja cerita, omongan dan renungan yang tercecer di pinggir jalan yang sering luput dari perhatian kita justru mengandung hikmah yang sangat besar untuk kita jadikan pelajaran dan pedoman hidup.
Untuk kali pertama, saya mencoba menceritakan sebuah kisah yang terjadi di masa kecilku. Semoga ada manfaatnya.
Kala itu padi di sawah sudah mulai mengeluarkan bulir-bulir emasnya. Biasanya kalau sudah seperti itu hama padi seperti burung dan berbagai jenis belalang pada ramai berdatangan.
Para petani kalau sudah tiba musim ini, semakin rajin ke sawah, mengusir burung maupun menangkap belalang dengan jaring khususnya. Di daerah kami kegiatan itu biasa disebut dengan istilah "miro". Belalang hasil tangkapan dengan jaring khusus ini enak sekali kali dibuat sambal goreng, apalagi kalau walang sangit.
Suatu hari di hari minggu ayah mengajak kami (saya dan tiga orang adik-adikku) kesawah untuk "miro". Saya termasuk anak yang jarang pergi ke sawah. Entah mengapa saya sendiri tidak tahu, saya lebih suka di rumah dengan permainan-permainan yang lain ketimbang pergi ke sawah. Berbeda dengan adik-adik saya lainnya, mereka sering ikut bersama ayah ke sawah.
Tentu saja acara pergi ke sawah hari itu menjadi sesuatu yang berbeda bagi saya. Pergi ke sawah untuk berburu belalang. Wah.. kedengarannya pasti asyik dan menyenangkan.
Ternyata benar, sesampai di sawah kami disambut oleh ratusan belalang yang berterbangan karena kaget dengan kehadiran kami.
Perburuan dimulai.
Dengan penuh semangat dan gembira saya berusaha mengejar dan menangkap belalang yang berterbangan di sekeliling saya. Belum tertangkap yang satu, puluhan lain terbang di sekitar saya, saya kejar lagi yang lainnya itu, datang lagi yang lainnya. Sayapun tergoda untuk menangkapnya.
Setelah cukup lama berselang, tak satupun belalang berhasil saya tangkap. Sementara itu adik-adik saya sudah banyak hasilnya. Adik saya yang nomor dua tersenyum melihat kelakuan saya sampai akhirnya dia berkata sambil tersenyum.
"Kak.. kalau mau menangkap belalang itu, bukan begitu caranya. Meskipun banyak belalang yang terbang di sekitar kakak, kejarlah satu dulu sampai tertangkap baru kemudian mengejar dan menangkap belalang yang lainnya. Jangan sampai tergoda untuk mengejar belalang lainnya sementara yang satu belum tertangkap."
"Ooo.. begitu ya.." saya langsung termenung.
-----------------------------
Sampai saat ini, saya masih mengingat dan memegang teguh, teknik menangkap belalang yang diajarkan oleh adik saya yang jauh lebih muda dari saya itu. Bukan karena teknik menangkap belalangnya, akan tetapi Pesan itu ternyata mengandung filosofi mendalam yang bisa diterapkan pada kehidupan kita sehari-hari.
Pesan itu mengajarkan kita untuk selalu fokus dalam mengerjakan sesuatu atau mengatasi suatu masalah. Jika satu pekerjaan sudah kita rampungkan atau satu masalah terselesaikan barulah kita pindah ke pekerjaan atau masalah yang lainnya.
Hidup ini sering penuh diwarnai dengan banyak pilihan, banyak masalah yang kadang sering datangnya pada waktu yang bersamaan. Hadapi satu persatu, selesaikan satu persatu, one by one, step by step. Kiranya itu yang paling tepat untuk kita lakukan.
Bagaimana menurut anda... ?
Terima kasih telah membaca artikel "Begini Lo Cara Menangkap Belalang Yang Benar" dari Dagang Serabi. Jangan lupa beri komentar ya...
Begini Lo Cara Menangkap Belalang Yang Benar
Selamat pagi para pengunjung, semoga pagi anda di tahun baru ini menjadi langkah awal yang lebih baik untuk menapaki hari-hari berikutn...
Langganan:
Postingan (Atom)



